Rindu Terlarang
Celoteh dari Muhammad Taufiq
Entah mengapa tiba-tiba saya merasa rindu akan hadirnya seseorang yang selama ini dekat di hati saya. Seolah ia telah menjadi bagian terpenting dalam hidup saya. Konon. Kata orang, kita baru mengetahui arti hadirnya seseorang manakala saat kita kehilangan orang tersebut.
Mungkin tak selamanya mitos tersebut salah kiranya. Kini. Saya [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Akhwat dalam Ember, Ikhwanholic pada Agustus 27, 2008 | 2 Komentar »
Akhwat dalam Ember
Celoteh dari Muhammad Taufiq
Pada suatu siang yang hangat. Saya memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar kampus UNNES nan indah. Sekedar mengusir kegelisahan dan kepenatan pikiran. Sayangnya, sepanjang jalan yang saya lewati, nyaris tak ada hal yang inspiring alias membahagiakan buat saya. Hanya segelintir mahasiswa yang wajahnya terlalu berkarakter bin jadul alias jaman [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Dari Pojok BASMALA, Ikhwanholic pada Agustus 22, 2008 | 6 Komentar »
Tokek Imoet di Kamar Mandi
Celoteh dari Muhammad Taufiq
Jika Anda berkunjung di Pesantren BASMALA Indonesia di Jl. Raya Patemon No. 18A Gunung Pati Semarang, jangan lupa Anda sempatkan untuk ke kamar mandi pesantren. Tengoklah ke bagian pojok atas kamar mandi, pastilah Anda akan tersenyum bahagia.
Lha kok?!!
Ya iya laaaa …. masa’ Ya iya donggg … [...]
Untuk mentranslate bahasa
Ikhwan, Cicak Senewen dan Kecoa Kasmaran
Celoteh dari Muhammad Taufiq
Saat malam hening. Purnama sempurna menyendiri di langit sepi. Senyap merayap di antara jendela-jendela yang tak tertutup rapat. Terdengarlah lolongan panjang srigala malam … auuuwww ….
He … he … nggak lah! Ini bukan sandiwara drama radio Mak Lampir or Nini Pelet! Bukan di jaman pendudukan [...]
Untuk mentranslate bahasa
Ikhwan Jago Masak? Mimpi Kali Yee …
Celoteh dari Muhammad Taufiq
Kalo ikhwan rajin ke masjid, itu sih biasa. Ikhwan yang nggak pernah absen tastqif, ikhwan gemar tilawah, ikhwan yang lincah dalam pergerakan dakwah, sampai ikhwan ahlu syuro wal jama’ah, itu malah biasa. Tapi ikhwan yang satu ini cukup unik orangnya.
Coba saja kamu pikir! Saat [...]
Untuk mentranslate bahasa
Akhwat dan Kaos Kaki (Part II)
Celoteh dari Muhammad Taufiq
Kembali ke soal kaos kaki.
Mengidentifikasi akhwat atau bukan, memang hanya cukup melihat kaos kakinya saja. Bahkan, ada ikhwan yang hapal betul siapa tuh akhwat hanya dengan melihat kaos kaki dan sandalnya. Tanpa melihat wajahnya! Canggih juga!
Untuk mentranslate bahasa
Akhwat dan Kaos Kaki (Part I)
Celoteh dari Muhammad Taufiq
Konon. Akhwat identik dengan kerudung besar dan kaos kaki. Tapi nggak sopan alias kurang ajar rasanya jika ada ikhwan yang sampai neliti dengan detail kerudung apa yang dipake seorang perempuan. Apakah kerudung kecil atawa modis or kerudung longgar khas akhwat?
Alangkah baiknya, jika ingin mengetahui apakah [...]
Untuk mentranslate bahasa